Lalu dapat dibenarkankah prilakumu?, dengan tidak menceritakan dan menyajikan diri seolah baik baik saja tapi dalam diam meramu masalalu seolah olah mengabaikan yang mengusahakan untuk ada.
Lalu dapat dibenarkankah prilakumu?, dengan mengedepankan emosimu lalu berargumen "jika tak tahan denganku berati bukan yang terbaik bagiku"
Lalu dapat dibenerkankah prilakumu, yang berprilaku seolah biasa saja tapi menghancurkan apa yang sedang diusahakan?
Lalu apa posisiku dalam hidupmu?Lalu apa kendaliku pada dirimu?
Tidakkah dirimu melihat ku yang berdiri, mengusahakan menjadi seorang kaka, teman dan pendamping bagimu?
Berjalan semaumu, menglubat luka yang dilakukan kedua kalinya. Sampai hatikah dirimu melakukan itu?
Benarkah apa yang sudah engkau lakukan itu? Tidak puaskah dengan segala hal yang aku usahakan?
Pernahkah kamu memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi setelah itu?
Aku telah selesai dengan masa laluku, aku telah selesai juga dengan diriku., segala hal ku sajikan hanya untukmu. Segala konsekuensi telah aku perhitungkan dalam penerimaan mu. Tidakkah juga dengan dirimu?
Jika memang engkau tidak bisa memberikan hatimu sepenuhnya, aku akan menepi..
Terimakasih segalanya, engkau sepesial dihatiku, tapi sepertinya cukup itu.
Komentar
Posting Komentar