Langsung ke konten utama

AKANKAH ADA HARI SETELAH INI

Cakrawala tak bertiang membuat hati bertanya tanya, bagaimana caranya ia sekuat itu tanpa sandaran, duduk termenung melihat jatuhnya dedaunan yang beriringan dengan hembusan angin, spora jamur yang dikerubungi hewan yang berterbangan. Diganggu oleh gemuruh pertanyaan mau sampai kapan engkau duduk di sini, langit mulai gelap dan tidak ada siapa siapa disini.

Tak terasa menetes air mata melihat diri sendiri pada bayangan air yang tenang. Hati berucap “hancur sekali rasanya” banyak Bahagia yang tersita, banyak tawa yang tertahan, dan banyak luka yang terbentuk atas sayatan.

Benar benar tidak ada hari lagi, aku hanya berharap ada hewan liar yang memangsaku. Sambil menunggu hal itu, aku pejamkan mata dengan waktu yang cukup lama, tapi ternyata tidak terjadi apa apa.

21.15WIB kiranya kaki ini mulai beranjak pulang dari kegelapan. Tidak seperti biasanya, ku kendarai motorku dengan kecepatan 100KM perjam ku lepaskan semua rasa kesal dan emosi pada perjalanan, sepanjang itu aku hanya terfikirkan tentang bagaimana caranya agar tidak beremu dengan hari esok.

Sesampainya dikamar ternyata belum selesai juga dengan diriku, menangis sejadi jadinya. Nyaris saja melakukan yang tidak.

                Apa salahku? Sebesar itukah masalahnya? Tidak ada kah jalan untuk memperbaiki semuanya? Atau sengaja engkau membiarkan aku hidup tanpa hari?

Aku yakin engkau pun tau dan bisa menyadari dimana titik salahku dan titik salahmu, aku yang keras dengan segala narasi dan ekspresi sedang dirimu yang belum lapang terhadap keadaan.

Selama ini aku merasa terabaikan saat mengusahakan hadir dibelakang mu, aku yang selalu berharap kamu menoleh kebelakang untuk bisa menggandengku agar berada disampingmu hanyalah kahayalan. Aku sadar aku bukanlah orang yang berarti apa apa bagimu sedang kamu adalah orang luar biasa dimataku.

Apa kamu tau rasanya berjuang tanpa dihargai? Apa kamu tau rasanya bagaiaman mengusahakan berkesan sedang dihatimu sudah dipenuhi memory orang lain? Semua itu begitu sakit.. sangat sakit..

Aku sadar selama ini aku hanya terhanyut pada impian dan angan kosongku. Terimakasih, izinkan aku berbicara pada tuhanmu agar ia bisa memberikan kebahagian selalu pada dirimu, aku terlalu erat memeluk mu dengan do’a. bukan kamu yang salah tapi aku yang selalu berharap.

Aku terlalu Lelah mengejarmu, rasa rasanya setinggi tingginya hati untuk mengejar harapan dan cintamu masih lebih tinggi kenyataan yang harus aku terima. Bahwa kamu akan tetap selamanya menyalahkanku, kamu memang indah tapi sepertinya bukan milikku. Kini aku hanya bisa mendoakaan mu.

Komentar