Langsung ke konten utama

Story Time

 


Story time

Yogyakarta., Wates, 10 Maret 2022

Kota ini menggoreskan banyak kisah dalam hidup ku.,

mulai dari kepulanganku ke kota asal, banyak yang mengatakan kepadaku “Imam sekarang banyak berubah ya” Ucap Umi ku dan teman teman lamaku.,

saat itulah aku yakin bahwa lingkungan kota ini telah membentuk karakterku seperti ini., seperti banyak yang hilang dalam diri ini….

Sebelum keberangkatan ku untuk kembali dari kota asal menuju kota sederhana itu., ku peluk umi ku dengan isakan tangis, ku pegang wajahnya kucium berkali kali pipinya., aku angkat tanganya dan memintanya “Umi doakan imam ya… agar cepat bisa beradaptasi dengn lingkungan disana” umiku meng – aamiinkan pintaku

Lambaiyan tangan keluarga dari balik mobil merah saat itu yang mengantar ku sampai terminal bus masih terbayang di benakku.,

Bagaimana tidak, aku yang tidak pernah berjalan jalan jauh dan tidak suka keluar rumah harus memberanikan melakukan perjalanan awal dengan jarak yang cukup jauh untuk di tempuh.,

Sepanjang jalan aku menangis..

Aku tangiskan kerinduan kasih umiku. Serta tangisan yang bercampur aduk dengan hati yang tidak ingin kembali ke kota sederhana itu..

Ucapan seseorang yang hampir saja membuatku angkat kaki dari kota itu. Namun lagi lagi aku kuatkan niat awalku dalam menempuh pendidikan di kota itu. Tentu dengan beberapa janji terhadap diri ini yang aku buat serta aku sepakati sendiri.

Banyak sekali momen di perjalanan yang menyedihkan namun jika di ingat sangat memalukan… HAHAHA

Sampailah  tiba aku di kota sederhana itu..

Aku lepaska senyum kebahagian atas kebehasilan menempuh perjalanan., aku kepalkan tangan saat itu sambil bergumam dalam hati.. (“hmm… tak seberat apa yang aku bayangkan”) di lanjutkan dengan berteriak di pinggir jalan yang sepi itu “SELAMAT DATANG IMAM” hahah lucu kiranya aku mengingat kembali kisah perjalanan itu.

Tiba di asrama… baru saja mengucapkan bismillah untuk memperkecil presentase temu dengan orang yang ku sebut dalam janjiku., hmm…. Justru waktu itu dialah orang yang aku temui pertama saat datang di asrama. ( Astaghfirullah.) Buru buru aku balikan badan dan segera bergegas meninggalkan.

Sambil melamun aku bertanya Tanya salahkah aku dengan jalan sebuah janji yang aku pilih ?

Bukan kah pertemuan adalah sebuah takdir yang maha kuasa ?

Dan bukankah kenyamanan serta kebahagian datangnya juga dari padanya ?

Lalu aku siapa dan bisa apa tehadap sebuah ketentuan ? (Wallahu a’lam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf

Wates, 08 Juli 2022 Maaf Kali ini aku hanya ingin meminta maaf Aku minta maaf Jika selama menjaga, aku tak mampu membuat mu bahagia Aku minta maaf jika kurang ku selalu membuatmu marah Aku minta maaf jika ulah ku selalu membuat hatimu sakit Aku minta maaf jika aku hanya memberimu kecewa Dan aku minta maaf jika aku tak bisa memberi apa yang kau mau Aku hanya ingin kau tau segala hal yang engkau tidak sukai dariku,  aku selalu mencoba merubahnya agar kau bisa menerimanya Aku selalu mencoba untuk berubah, setidaknya rasa sakitmu sedikit berkurang Tapi aku selalu gagal, mawar selalu membuatmu terkesima, merahnya membuatmu jatuh cinta. Aku menghabiskan waktuku hanya untuk membuatmu terkesan, bukan menjadi mahkota tapi menjelma duri yang menggores luka tak tertahankan Maafkan aku